Tradisi Adopsi Orang Dewasa ala Jepang

Secara historis, kasus semacam ini lebih sering terjadi pada keluarga-keluarga di bagian barat Jepang di mana keluarga pebisnis mencoba mencari sosok yang dianggap paling cocok sebagai penerus. Intinya kalau tak ada anak laki-laki yang dianggap cocok untuk meneruskan garis dan busnis keluarga, maka sosok itu bisa dicari dengan mengawinkan anak perempuan dengan menantu yang handal mengurus usaha. Bahkan hingga hari ini sebagian besar perusahaan Jepang, termasuk raksasa industri yang dikenal dunia, dianggap sebagai perusahaan keluarga. Termasuk diantaranya pabrikan mobil Toyota dan Suzuki, pembuat kamera Canon serta perusahaan spesialis saus dan kecap, Kikkoman.

osamu-suzuki-2009-12-16-5-10-32

Suzuki misalnya, beberapa kali berada dibawah kendali anak adopsi. Pimpinan tertinggi Suzuki saat ini, Osamu Suzuki, adalah anak adopsi keempat dalam sejarah perusahaan itu. Bisnis keluaraga yang dijalankan oleh menantu lelaki biasanya malah jauh lebih bagus pertumbuhannya dibanding kalau dijalankan oleh anak laki-laki sendiri. Di Matsui Securities, sebuah perusahaan sekuritas tua di Jepang, pimpinannya saat ini Michio Matsui juga diadopsi meski dengan konsekuensi harus menanggalkan nama keluarganya sendiri. Pentingnya melanjutkan garis keturunan dan mempertahankan kelangsungan bisnis membuat Chieko Date membuka situs perjodohan dimana calon suami harus bersedia diadopsi oleh keluarga istrinya kelak. Ada yang berminat menjadi anak adopsi?

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya