Terkait Isu Daging Busuk, McDonald Jepang tidak hanya Kehilangan Pelanggan, Namun Juga Pegawainya

Konnichiwa J-Culers! Tan desuu~ ٩(ˊ〇ˋ*)و

 

J-culers semua pasti pernah dong makan di McDonald?

Em-Ce-De merupakan sebuah coffee shop, restoran cepat saji yang sangat terkenal didunia, di Indonesia sendiri McDonald sangat terkenal walau kebanyakan menjual Junk Food yang tidak sehat kita tidak bisa mengelak bahwa makanan yang mereka sajikan memang bersahabat di lidah.

Kalau di Indonesia McDonald begitu terkenal, lain halnya dengan di Jepang.

McDonald memang memiliki banyak cabang di Jepang, namun terkait dengan isu daging ayam dan sapi  busuk yang diimpor dari Tiongkok yang menjadi bahan utama masakannya, banyak netizen Jepang mulai meninggalkan restoran cepat saji ini. Seperti yang kita ketahui, orang Jepang lebih memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Apabila warga Indonesia tetap dengan santainya mengunyah junk food , mereka malah berpikir lebih jauh dan memilih untuk  memasak makanan mereka sendiri mulai sekarang demi alasan kesehatan.

McDonald telah mencoba segala sesuatu yang bisa memikat pengunjung kembali, seperti memberikan  Chicken McNuggets gratis , mengganti daging dengan tahu , dan mencoba untuk mengalihkan pikiran kita dari insiden tersebut seluruhnya dengan pork cutlets terbarunya.

Hal itu tidak juga mendatangkan pelanggan, dan bagaikan kejatuhan tangga, tertabrak bajaj, terlindas becak, dan kesambit linggis, McDonald tidak hanya kehilangan pelanggannya namun juga para karyawan

Selama bulan Juli dan Agustus,  pendapatan turun sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya . Investor menemukan bahwa berita bahwa maraknya digunakan daging busuk didalam olahan daging McDonald tidak hanya mengurangi jumlah pelanggan, namun juga menurunkan harga saham McDonald, kasihan…. (¬_¬)

▼ Malah lebih banyak pegawainya daripada tamunya.

ME 3

Bukan hanya investor yang  kecewa,  tapi karyawan veteran juga. Sama seperti kantor pusat mendorong cabang untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk mendapatkan angka penjualan mereka kembali ke atas,semakin banyak pekerja frontline memutuskan mereka sudah cukup bekerja di McDonald. Satu sumber industri mengatakan bahwa dalam kasus yang ekstrim,  karyawan McDonald yang sudah  sangat berpengalaman ini telah menemukan pekerjaan lain yang bersedia  membayar mereka  sebanyak 3.000 yen (US $ 26,50) per jam .

Wajar sih mereka kelabakan , kebakaran jenggot gitu :O
Ada isu mungkin coffee shop ini tidak akan lama lagi ada di Jepang, melihat krisis ekonomin Jepang dan itu bukan lagi pasar yang menjanjikan untuk mereka.

Sayonara McD :’)

unduhan

Apakah musuh bebuyutannya akan tutup juga?

Sumber : en.rocket.news

 

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya