Tangisan Histeris Politisi Jepang Karena Kasus Korupsi

Seorang politisi Jepang Ryutaro Nonomura telah menjadi perhatian publik . Bukan karena hanya tindak korupsi yang ia lakukan, tetapi lantaran tangisannya. Anggota parlemen berusia 47 tahun itu tak terduga menangis dengan histeris seperti bayi saat konferensi pers di muka publik sambil meninju meja. Berbagai dalih pun ia ungkapkan.

“Aku sebenarnya ingin menjadi agen perubahan. Aku telah mempertaruhkan nyawa untuk mengubah Jepang. Tahukah kalian?” ujar Ryutaro. 

Dalam laporan media lokal, Ryutaro disebutkan itu telah menyalahgunakan uang negara. Ia diberikan uang tunjangan sekitar Rp 61 juta sebulan, yang sedianya digunakan untuk perjalanan dinas atau kunjungan kerja. Akan tetapi Ryutaro malah menggunakannya untuk keperluan sendiri. Dia disebutkan telah menghabiskan uang negara sekitar Rp 358 juta untuk bepergian wisata ke Tokyo dan Fukuoka.

Selain itu, politisi tersebut juga diketahui menggunakan uang publik dengan berekreasi ke sebuah sumber air panas sebanyak 106 kali pada tahun 2013. Rekaman video tangisan Ryutaro pun menyebar di dunia maya. Banyak orang mengejeknya, karena dinilai sangat tidak pantas menangis atas tindakannya tersebut.

“Sewaktu saya masih duduk di sekolah dasar, ada teman yang mencoba menjelaskan dengan menangis seperti itu,” kicau @chiko86.

Ryutaro terpilih sebagai anggota dewan untuk daerah Hyugo, Jepang Barat pada 2011. Pihak Dewan Hyogo, Hideaka Asada mengatakan pihaknya belum menentukan sikap soal pelanggaran yang dilakukan Ryutaro.

Lihat video saat Ryutaro menangis di bawah ini

 

 

Setidaknya Ryutaro berani mengakui perbuatannya dan meminta maaf di depan publik. Tetapi para koruptur di Indonesia, tidak pernah mengakui hasil korupsinya walaupun sudah terbukti bersalah -_-, hukumannya harus yang membuat pelakunya jera dan malu, agar tidak mengulangi perbuatannya. 

 

Sumber: http://news.liputan6.com/, japantimes.co.jp

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya