Seorang Balita Jepang Menjadi Pendonor Organ Tubuh Termuda

Hanano Oyama memang sudah meninggal, tapi ia tetap ‘hidup’ di dalam 2 tubuh orang lain. Setelah nyawanya tak terselamatkan akibat mati otak, orang tua memutuskan mendonorkan organnya untuk orang lain. Di umur 1,5 tahun, Hanano pun jadi pendonor organ paling muda.

hanano_oyama

Sebuah kecelakaan pada 29 Juni lalu membuat Hanano Oyama, balita 1,5 tahun asal Jepang, mengalami kematian otak. Dia ditemukan tenggelam dan sudah berada di bawah air selama 10 menit. Hanano segera dilarikan ke Singapore General Hospital, tetapi sudah terlambat karena otaknya dinyatakan mati.

Tak bisa lagi diselamatkan, dengan berat hati orang tuanya memutuskan untuk menyumbangkan organ tubuhnya ketika dokter menyatakan balita itu secara hukum sudah meninggal. Dokter kemudian memanen kedua ginjal dan katup jantungnya di keesokan harinya. Hal ini membuat Hanano menjadi pendonor organ termuda di Singapura.

Menurut The New Pape, kedua ginjal Hanano didonorkan pada seorang anak dengan penyakit ginjal bawaan. Operasi transplantasinya dilakukan di National University Hospital, Singapura.

Sedangkan katup jantungnya diberikan kepada anak lain, yang transplantasinya diyakini dilakukan di KK Women’s and Children’s Hospital, Singapura. Kedua rumah sakit tersebut menolak berkomentar dengan alasan kerahasiaan pasien.

Meski harus kehilangan putri kecilnya, sang ayah Oyama, mengaku senang Hanano mampu membantu orang lain yang membutuhkan. Sambil menahan air mata, Oyama menceritakan bagaimana aktifnya Hanano.

“Semua orang mencintainya, bahkan guru-guru di tempat penitipannya. Mereka datang ke rumah sakit untuk mengunjunginya,” jelas Oyama (33).

Tubuh Hanano telah dikremasi pada 8 Juli lalu dan akan dibawa pulang ke Jepang. Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan kepada The New Paper, Hanano Oyama adalah donor organ solid termuda di Singapura sampai saat ini.

Informasi tentang waktu simpan organ untuk donor yang tepat:

waktu simpan organ

 

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya