Robot Kumbang Raksasa Yang Dibuat Selama 11 Tahun

Hitoshi Takahasi, 67 tahun, memiliki sebuah toko mesin di Ibaraki. Salah satu kota disana, Tsukuba merupakan rumah bagi banyak perguruan tinggi teknik dan pusat penelitian ilmiah. Mungkin inilah yang memberikan ispirasi kepadanya untuk merencanakan membuat robot raksasa impiannya, yang ia beri nama Kabutom RX-03, sebuah robot dengan panjang 11 meter (36 kaki) dan tinggi 3,6 meter (12 kaki) yang luar biasa tingginya. Mesin seberat 17 ton yang dinamai seperti sejenis kumbang di Jepang ini selain penampilannya yang mirip kumbang, sebenarnya ia juga sudah didukung dengan dua mesin diesel pembakaran. Ia mulai merakitnya pada tahun 1997 ketika berusia 50 tahun, dan karena ia ingin melakukan semuanya sendiri, ia butuh waktu selama 11 tahun untuk menyelesaikannya, ia bekerja untuk hobinya disamping sambil tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya.

robot

robot_1

robot_2

robot_4

 

Robotnya menunjukkan motif kumbang yang ditandai dengan adanya tanduk dan sayap yang terbuka dari belakang, dan robot ini memiliki lebih dari 30 bagian yang dapat digerakkan. Namun kemampuannya berbeda dari namanya, robot ini bisa menembakkan asap dari kepalanya, yang menambah faktor kekerenannya. Sayangnya, robot ini tidak bisa terbang. Namun robot ini dapat bergerak dengan 6 kakinya, hingga 4 kilometer per jam (4km/jam). Dan hal yang paling keren darinya yaitu orang-orang bisa menaiki robot tersebut dan mengendalikannya. Dengan daya tampung 7 orang dan satu orang naik diatas untuk mengendalikan di bagian kontrol panelnya.

robot_3

 

Takahashi dengan bangga juga memperkenalkan bayi robotnya, yang memungkinkan pengunjung menaikinya di Matsuri Tsukuba, untuk harganya hanya dengan merogoh kocek 200 yen (sekitar US $2,00 sekitar Rp.22.000 – saat ini kurs dolar 11.000 lebih). Jangan heran kalau anak anda bakal meminta ayahnya untuk membuat juga robot raksasa sehingga mereka bisa naik dan bermain bersama di halaman belakang rumah anda.

Sumber: japandailypress.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya