Resiko Naik Kereta Api di Jepang

Suka duka menjadi penumpang KRL ternyata tidak hanya dialami oleh pengguna jasa kereta api di Indonesia, tetapi juga di Tokyo dimana KRL menjadi salah satu alat transportasi yang diminati.
1. Saat Ketinggalan Kereta

Sebagian besar orang berpikir bahwa Tokyo adalah kota yang aktif selama 24 jam —> ternyata…tidak (termasuk layanan perkeretaapian). Sebagian besar kereta akan berhenti beroperasi sebelum jam 1 dini hari.
Jika sudah ketinggalan kereta, biasanya para calon penumpang tersebut akan bermalam (tidur atau minum-minum) di sebuah internet cafe. Internet cafe menjadi pilihan karena tidak terlalu mahal, nyaman dan privat.

2. Resiko Rusaknya Barang Bawaan

Jika mengunjungi Tokyo dan tiba di sana saat jam-jam sibuk (jam kerja), maka pengunjung akan cenderung untuk mengirimkan barang bawaan mereka ke hotel melalui layanan delivery. Disana terdapat 4 sampai 5 badan jasa pengantar yang bisa dipilih di bandara Narita. Maka, barang yang dikirim melalui jasa delivery tersebut akan sampai di hari berikutnya dan tidak akan banyak menguras uang di kantong. Hotel tempat pengunjung akan menginap akan menerima barang yang diantarkan tersebut. Hal ini lebih dipilih dari pada membawa barang bawaan di kereta, karena saking penuhnya kereta, resiko barang rusaknya sangat mungkin.

Membawa tas-tas besar dan barang bawaan lainnya saat jam sibuk di kereta Tokyo akan sangat merepotkan. Pada akhirnya, barang bawaan tersebut akan mengenai tangan dan kaki penumpang lain. Bisa dibayangkan bagaimana ribuan kilogram dari berat badan penumpang akan bergencet-gencetan bersama Anda dan barang bawaan Anda mengikuti laju pergerakan kereta. Selain barang bawaan Anda dapat rusak (jika rentan rusak), hal tersebut juga akan menjadi pengalaman yang melelahkan

3. Berbicara Lewat Telepon

Di Jepang, berbicara melalui telepon saat berada di kereta dianggap kurang sopan, sehingga penumpang cenderung mengirimkan pesan teks saja.

4. Dorong-mendorong

Budaya penumpang kereta api di Tokyo agak mirip dengan di Indonesia (Jabodetabek khususnya). Karena sangat padatnya calon penumpang yang ingin memasuki gerbong kereta, maka bersiap-siaplah untuk bergencet-gencetan dengan penumpang lainnya. Jika Anda merasa ada penumpang lain yang mendorong Anda terlalu keras, lebih baik bersabar dulu sebelum marah-marah.

5. Masuk Gerbong Khusus Wanita

Di Tokyo juga ada lho gerbong khusus wanita. Biasanya gerbong tersebut beroperasi pada jam-jam tertentu di pagi hari. Jika ada laki-laki yang tidak sengaja masuk ke gerbong tersebut, dapat ditebak sendiri kan bagaimana rasanya -_- pasti malu dan menjadi pusat perhatian, bahkan dapat ditegur oleh petugas kereta dan penumpang wanita untuk pindah ke gerbong lain.

 

 

Sumber: japansegment

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya