Populasi NEET di Jepang Mulai Berkurang

NEET adalah bahasa kerennya pengangguran di Jepang. Seorang NEET tidak sedang mengikuti pendidikan, pelatihan, atau dalam pekerjaan dan lebih memilih memuaskan diri dengan hobi amatir.

Pada tahun 2004, NEET menjadi topik pembicaraan pemerintah karena banyaknya anak muda yang menjadi NEET. NEET dituduh malas dan tidak produktif. Berbeda dengan kebanyakan negara maju yang memberikan jaminan sosial bagi pengangguran yang berkepanjangan, di Jepang, jaminan semacam itu dihentikan setelah maksimal enam bulan. Akibatnya, kebanyakan NEET disokong oleh keluarga mereka. Inilah masalah ekonomi yang sering digunakan untuk memojokkan NEET.

Di sisi lain, gaya hidup NEET bisa dibilang sebuah perlawanan sosial, dimana generasi muda tidak mau mengikuti jejak karier pekerja kantoran atau salaryman yang monoton dan membuat mereka tidak bisa menikmati hidup. Mereka lebih nyaman menekuni hobi sambil bekerja freelance.

Tapi sekarang, statistiknya mulai berubah. Jumlah NEET di Jepang mulai menurun.

Menurut kajian pemerintah, tahun lalu jumlah NEET mulai berkurang menjadi 560 ribu. Angka ini adalah peningkatan kecil dari tahun 2012, dimana jumlah NEET adalah 630 ribu. Jika dilihat dari persentase, jumlah pengangguran berusia 20-24 tahun sebesar 6.3% dan 25-29 tahun sebesar 5.3%. Secara keseluruhan, total NEET ini masih sekitar 0.4% dari seluruh penduduk Jepang, sebuah angka yang sangat kecil. Persentase ini terendah sejak tahun 1997, dan masih jauh lebih kecil daripada angka pengangguran di negara lain.

Otaku USA Magazine menyampaikan kekhawatiran mereka soal kebijakan Cool Japan yang mungkin akan terpengaruh jumlah NEET yang berkurang. Selama ini, industri anime memproduksi anime dengan dengan memikirkan NEET sebagai konsumen, pembentuk, sekaligus agen penyebarnya. Kebijakan Cool Japan sangat memerlukan “budaya NEET” sebagai komoditas untuk diekspor. Dengan berkurangnya jumlah NEET, ditakutkan anime akan kehilangan identitas dan juga konsumennya.

Namun di sisi lain, berkurangnya NEET mungkin menandakan bahwa mereka sudah belajar cara beradaptasi di masyarakat. Dengan berubahnya NEET, mungkin industri anime akan ikut berubah untuk tetap mengikuti selera NEET yang berubah.

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya