Pelecehan di Jepang Semakin Marak


chikan
Siang hari juga ada chikan (chijo untuk wanita yang melakukan), yaitu pelecehan seksual di dalam kereta api yang penuh sesak. Bahkan survei 2001 (awal tahun 2000-an) menghasilkan data cukup mengagetkan. Terhadap sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) sekitar 70 persen siswa menyatakan pernah kena chikan.

 

Apa itu chikan atau chijo? Chikan adalah pelecehan seksual dilakukan laki-laki (chijo bagi wanita) di dalam kereta api. Misalnya memegang-megang pantat wanita yang tak dikenal, meremas buah dada, dan pelecehan seksual lain. Bahkan, kalau melihat video dewasa Jepang, ada yang melakukan hubungan badan di dalam kereta api.

Kasus Chikan tercatat di kepolisian Jepang sekitar 170 kasus per tahun. Chikan adalah perbuatan kriminal, karena itu hukumannya bisa masuk penjara dan atau denda yang cukup besar sampai jutaan yen.

 

jam-sibuk

Kelakuan ini dilakukan terutama saat kereta api penuh sesak. Biasanya wanita tidak melaporkan kejadian tersebut karena malu yang besar. Diketahui banyak orang dan bisa masuk koran sehingga bisa malu besar, bahkan bisa diejek sekelilingnya bila mengetahui hal tersebut (di- Ijime).

chickan

 

Tetapi bagi wanita yang berani, melaporkan hal itu ke polisi, maka polisi langsung menangkap dan bisa dimasukan penjara dan atau denda cukup besar.

Apabila lelaki menyangkal perbuatan tersebut, pihak polisi punya alat khusus dan canggih saat ini sehingga bisa mengetahui pelaku secara benar. Sidik jari pelaku kelihatan di baju atau pakaian wanita yang dirogoh nya tersebut dapat kelihatan dengan jelas berkat bantuan alat khusus tersebut.

Itulah sebabnya lelaki di Jepang kalau keadaan sempit ramai penuh, biasanya sangat hati-hati dengan kedua tangannya. Tidak sedikit yang ke atas memegang pegangan kereta api. Yang penting tangannya tidak menyentuh pakaian wanita di dekatnya.

Kejadian Chikan ini banyak terjadi saat pagi sekitar jam 8 pagi penuh sesak dan pulang kantor penuh sesak sekitar jam 18.00. Kereta api yang banyak chikan terutama di Kantor (Tokyo dan sekitarnya) adalah Tokaido Line, Saikyo Line, Chuuo Line dan Chiyoda Line. Umumnya kereta api perjalanan agak jauh, sehingga pelaku kejahatan dapat melakukan aksinya dengan pelan-pelan (ada waktu untuk melakukan chikan).

chikan1

 

Setelah melakukan, apabila sang wanita kelihatan melawan, maka pelaku biasanya menghindar pergi ke tempat lain, takut diteriaki wanita tersebut. Atau setelah pintu kereta api terbuka segera berjalan cepat menghindar.

Meskipun chikan dilakukan sebagai kejahatan, ada pula yang sengaja melakukan dengan direncanakan, khususnya terhadap tokoh masyarakat. Tujuannya adalah pemerasan. Hal ini dilakukan Yakuza dengan berkelompok. Wanita sebagai pancingan dan anggota yakuza lain memperhatikan dari jauh. Apabila dilakukan chikan oleh tokoh tersebut, dia akan diperas, karena akan berhadapan dengan hukuman denda yang besar atau penjara bahkan nama baiknya rusak di masyarakat Jepang.

 

Sumber: tribunnews.com

  1. anak 90an
    5 tahun yang lalu

    Bagus tuh cowoknya pada nyadar ngangkat tangan. Lah di sini malah cewek yang disalah-salahin, katanya pake rok kependekan lah apa lah.

    Reply
    • Lyn kuromuno
      5 tahun yang lalu

      Setuju pdhl cowok’ jg gk bisa jaga mata!

      Reply
    • Jojon
      4 tahun yang lalu

      Komentar orang yg ga pernah sadar diri sukanya nyalahin orang lain

      Reply
  2. Anonymous
    5 tahun yang lalu

    emang cewenya yg nda bisa nutup aurat ko..

    Reply
  3. Anonymous
    5 tahun yang lalu

    Cewe law bisa aurat.a tertutuplh law gk trtutup si cowo jg bisa terpancinglh…lw trtutup aurat.a si cowo jg bakal biasa ajha mata.a gc bakal jelalatan….#fuck

    Reply
  4. CR-75
    3 tahun yang lalu

    Kalo misalnya kita mergokin, lalu kita kasi sanksi sosial secara langsung boleh gak?

    Misalnya :
    -Gaprak Palanya lalu ditelanjangin dan dipajang di kereta
    -Tonjok mukanya lalu dikeroyok
    -Atau, “Bakar” ala-ala Begal. :v

    Reply

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya