Orang Jepang Tidak Suka Wangi Parfum

Sebuah klinik di Sapporo mengaku telah menerima sejumlah pasien dengan sindrom Sick Building maupun yang alergi atau sensitif pada bahan kimia. Pasien-pasien itu menyalahkan pewangi buatan yang tercium di kereta bawah tanah atau bus umum, juga dari rumah-rumah tetangganya.  Gejala yang umum adalah mual, pusing, dan kelelahan mendadak. Watanabe Kazuhiko, direktur di klinik itu, mengaku kaget pada tren itu. “Beberapa tahun lalu tak ada yang seperti ini,” katanya, pada pekan lalu.

Tapi apa kata perusahaan pembuat pewangi? Kalau ditanya, perusahaan pembuat pewangi itu menyatakan mereka hanya mengikuti tren di tengah masyarakat, dengan melihat pertumbuhan penjualan yang mencapai 1,4 kali.  Kao misalnya, meriset bahwa tiap rumah tangga setidaknya memakai dua macam produk pewangi pakaian. Alasannya, konsumen biasanya suka mengganti pewangi pakaian berdasarkan mood atau apa yang mereka cuci.

wangi parfum 1

Di beberapa rumah tangga, tiap anggota keluarga bahkan punya selera wanginya sendiri. Contohnya di rumah Yoriko Hashimoto, di Tokyo. Perempuan 47 tahun itu bilang putrinya lebih suka wewangian bunga. Sedangkan sang suami suka aroma sabun.

“Saya sendiri lebih suka aroma sitrus segar, tergantung mood,” katanya.

Walhasil, perusahaan-perusahaan itu pun ramai-ramai mengiklankan produk yang wanginya tahan lama. Ada juga perusahaan yang menyatakan, kalau mau tambah wangi, pengguna bisa menambah konsentrasi pewangi di air.

Diduga, makin maraknya penggunaan pewangi pakaian ini ada hubungannya dengan soal bau badan. Alih-alih memakai parfum, orang Jepang lebih memilih wewangian yang bernuansa alam dan mengingatkan mereka akan aroma bumi.

“Wangi pohon dan dedaunan membuat saya gembira dan merasakan kealamian bumi,” kata astronot Naoko Yamazaki, sesaat setelah kembali dari penerbangan ke Stasiun Ruang Angkasa tahun 2010.

Sekitar tahun 2000, pasar parfum dan pewangi di Jepang hampir berimbang. Tapi saat ini pasar pewangi sudah dua kali pasar parfum. Perusahaan pewangi memprediksi pada akhir 2013 ini pasar pewangi akan mencapai 100 miliar Yen.

Sejumlah perusahaan kosmetik di Jepang membenarkan rendahnya pasar parfum. Menurut mereka, rata-rata revenue dari parfum hanya 8 persen di Jepang.

 

 

Sumber: http://finance.detik.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya