Natal Bagi Wanita Single di Jepang

Hari Natal menjadi perayaan yang sangat besar di jepang karena datangnya hanya setahun sekali dan berdekatan dengan tahun baru. Ada beberapa fakta-fakta untuk tentang perayaan hari Natal di jepang, yang dapat kalian lihat disini.  Dan tentu saja, semua orang/penduduk jepang tidak ingin melewatkan kemeriahan hari Natal ini.

Bagi sebagian pasangan muda-mudi di Jepang, Natal merupakan waktu yang sangat tepat untuk melewatkan kemeriahan malam natal bersama-sama. Makan bersama, menghidupkan kembang api bersama, berpesta, dan semua hal lainnya akan dilakukan untuk melewatkan malam Natal. Bahkan, love hotel di Jepang penuh saat malam Natal.

Citra kuat seks di saat Natal  tak bisa dilepaskan lagi saat ini dan hal itu terbukti dengan pasti penuh hotel di Jepang, khususnya di kota besar per tanggal 24 Desember malam. Pasang lilin supaya romantis, makan yang enak, pulang ke hotel dan bercinta. Keesokan harinya pulang ke rumah masing-masing dengan rasa kebahagiaan sebuah “upacara ritual pribadi” telah dilaksanakan dengan baik.

Namun bagaimana dengan wanita single yang tidak memiliki pasangan?

Bagi kaum hawa di Jepang yang belum menikah, perayaan Natal amat penting artinya. Jika natal sudah dekat, mereka berusaha mencari pasangan yang akan menemani mereka untuk melewati malam natal. Malam natal harus menjadi malam yang spesial, dimana para wanita mendapatkan malam yang romantis bersama pasangannya.

Dan bagi wanita yang sudah dekat hari H belum punya pacar atau pasangan, mereka akan malas untuk membicarakan topik tersebut. Selain itu, ada sedikit kekonyolan yang berhubungan dengan perayaan natal di Jepang. Wanita yang telah berusia lebih dari 25 tahun dan masih single mendapat julukan “kue natal yang tidak laku”. Mengapa? Menjelang hari natal, banyak toko-toko kue di jepang menjual kue-kue natal. Kue natal yang belum terbeli hingga lewat hari natal terlihat seperti sudah tua dan kadaluarsa. Hal tersebut diibaratkan sebagai wanita dewasa yang masih single.

 

kue_natal

Nahh tentu saja sungguh menyedihkan mendapat julukan seperti itu, sehingga bagi wanita single di jepang, malam natal mungkin adalah sebuah mimpi buruk, hanya berdiam diri dan melihat teman-teman melewatkan malam natal bersama pasangannya…. 😀

 

 

Sumber: japansegment

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya