#WibuPositif: METI Rencanakan Hari Kimono di Jepang

Di instansi pemerintahan dan swasta di Indonesia, terdapat tren menggunakan batik pada hari Jumat. Alasannya sih untuk melestarikan budaya asli Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta produk Indonesia. Nah, dalam waktu dekat, sepertinya pemerintah Jepang akan memulai langkah yang sama.

METI (Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri) sedang merencanakan hari khusus bagi pegawai METI untuk menggunakan kimono sebagai pakaian kerja wajib. Namun menurut Hirokazu Watanabe (pegawai METI), kebijakan ini rencananya baru akan dijalankan tahun depan dan masih dalam tahap awal.

Kenapa METI begitu ingin menerapkan hari wajib kimono? Puluhan tahun yang lalu, kimono menjadi pakaian kerja biasa, namun seiring perkembangan zaman dan pengaruh budaya kerja Barat, kimono semakin tergeser kedudukannya oleh jas dan kemeja. Sebagai akibatnya, industri kimono perlahan-lahan mulai tenggelam. Menurut Yano Research Institute, penjualan kimono pada tahun 1982 mencapai 1.8 triliun yen, sedangkan pada tahun 2012, turun tajam hingga 300 milyar yen. Selain itu, menurut Watanabe, survei yang dilakukan METI menunjukkan adanya keinginan positif dari masyarakat untuk menggunakan kimono.

Selain untuk mengembangkan industri kimono, hari wajib kimono diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari pariwisata. METI juga melakukan survei terhadap pengunjung asing di Kyoto, dan sebagian besar ingin merasakan kehidupan tradisional Jepang dan mencoba memakai kimono atau yukata.

Nah, jika kalian sempat ke Jepang tahun depan, jangan kaget bila ada rombongan pegawai pemerintahan memakai kimono turun dari kereta di daerah Shinjuku ya?

Sumber: The Japan Times

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya