Menyusuri Sungai Sakai Dengan Perahu dan Bertemu Dewi Naga

Perahu untuk menyusuri sungai ini hanya melayani turis pada hari Sabtu mulai pukul 09.00 pagi hingga 15.00 waktu setempat. Harga tiketnya 1.000 yen atau sekitar Rp 121 ribu. Sungai di kota Sakai itu adalah buatan warga sejak 600 tahun lalu. Fungsinya, sebagai jalur tranportasi laut untuk mengangkut bahan makanan dan perbekalan saat perang. Saat era 1960-an, sungai itu sangat kotor dan tak terurus. Sampah berserakan di mana-mana. Tak sedikit juga limbah dari industri manufaktur yang dibuang ke sungai. Ikan-ikan pun tak ada yang bisa bertahan hidup di sungai tersebut.

CA330122

Baru pada awal tahun 2000, warga Sakai dan pemerintahnya sadar sungai itu perlu dibersihkan. Mereka pun membuat sebuah program khusus bernama ‘Asomaka’ atau proyek ‘Restorasi Rumah Kita untuk Membersihkan Sungai. Semua pihak bahu membahu guna menjadikan sungai di Sakai menjadi lebih baik. Ketika menyusuri sungai dengan perahu inilah kita bisa bertemu dengan patung dewi naga. Patung yang dibuat pada tahun 2002 itu dipercaya sebagai pelindung warga Sakai saat berlayar ke laut.

ryu01-225x300

Selain patung dewi naga, kita juga bisa melihat mercusuar tua yang berada di ujung utara kota Sakai. Mercusuar itu dibangun pada tahun 1877. Tinggi mercusuar mencapai 11,3 meter. Namun sejak tahun 2007 ditutup untuk umum. Perahu ini juga berkeliling ke arah Daisen Park. Di sana, ada taman khas Jepang yang berbentuk seperti miniatur Kota Sakai. Banyak bunga-bunga indah dan bonsai yang menarik.

daisen-park-japanese

 

 

  1. Irfan
    5 tahun yang lalu

    Indahnya
    cuba indo punya tempat kyk gitu pasti rame turis datang =3=

    Reply
  2. Ravenitsu Kouzimaru
    5 tahun yang lalu

    kereennddd,,,,cantik bener,
    untung aja waktu itu warga Sakai dan pemerintahnya sadar kalau sungai itu perlu dibersihkan…,
    huuummmm,,, makasi info,y. nice info (Y)

    Reply

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya