Makanan ‘unik’ Yang Hanya Ada di Jepang

Berbicara mengenai Jepang, banyak hal yang masih belum kita tahu mengenai negara kecil dan ‘unik’ ini. Dalam hal makanan, Jepang tidak hanya kaya akan makanan seperti ramen atau sushi yang terbuat dari ikan mentah segar. Akhir-akhir ini serangga kian marak sebagai salah satu sumber makanan di banyak negara seperti China, Kamboja, dan tak terkecuali Jepang. Mereka juga memakai serangga sebagai ganti ikan pada sushi. Jika kamu berkesempatan mengunjungi Jepang, cobalah beberapa makanan unik seperti es krim serangga, ikan beracun, daging kuda mentah, dan lain-lain.

Dibawah ini merupakan sushi yang dibuat oleh penulis asal Jepang Shouichi Uchiyama.

Jepang kaya akan es krim dengan berbagai rasa unik seperti ikan, cumi-cumi, udang, daging kuda dan lidah sapi. Warna dari es krim ini tidak begitu menarik, dan tentu saja tidak semua orang juga bisa memakannya. Kalian tahu, yang di bawah ini rasa apa?

Ikan beracun yang disebut fugu atau ikan buntal biasa dibuat sushi oleh orang Jepang, meski demikian bagian hati dan kulitnya tidak boleh dimakan karena dapan melumpuhkan syaraf. Untuk memasak makanan ini diperlukan ketrampilan memasak tingkat tinggi.

Makanan dibawah ini dibuat dari organ reproduksi ikan yang disebut Shirakou dan sedang tren di kehidupan masyarakat Jepang.

Biskuit pada foto dibawah terlihat gurih dan renyah. Namun siapa sangka bahwa biskuit ini terbuat dari lebah yang ditangkap langsung dari hutan. Dan yang lebih menarik lagi adalah biskuit ini hanya dibuat untuk perkumpulan pecinta lebah.

Daging kuda mentah yang disebut Basashi merupakan makanan tradisional daerah Tohoku, Jepang. Mayarakat di situ biasa mengiris daging kuda mentah tipis-tipis kemudian memakannya.

Apakah kalian mau mencoba memakan ikan transparan yang disebut Shirouo ini? Maka mereka akan meloncat-loncat di mulutmu. Hehehe..

Zazamushi sangat umum dikonsumsi di Jepang, dan bahan pembuatan makanan ini adalah serangga air yang hidup di dasar sungai.

Seafood yang disebut Shiokara ini terbuat dari berbagai jenis ikan yang telah difermentasi dan garam. Namun kebanyakan wisatawan asing tidak berani memakannya sejak dari awal mereka melihat makanan ini.

sumber: ezinemark.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya