Makan di Resto ‘Alice in Wonderland’ Tokyo

Restoran ini bernama ALICE. Seluruh restoran ini terinspirasi dari kisah Alice in Wonderland. Restoran di Ginza ini adalah satu dari lima resto bertema Alice in Wonderland di Jepang. Resto-resto lainnya berlokasi di Tokyo. Restoran ALICE berlokasi di kawasan tenang Kobiki-cho, persisnya di lantai 5 Gaiyo Building. Keluar dari elevator, terdapat jalan sempit berdinding halaman buku cerita. Dijamin, dalam sekejap, Kita akan langsung tenggelam dalam kisah Alice.

946-Bites-Alice
Memasuki pintu restoran, wisatawan akan disambut oleh labirin seperti kisah pada halaman pertama Alice in Wonderland. Di ujungnya terdapat jam yang membuat seolah-olah wisatawan tak boleh kehabisan waktu untuk keluar labirin! Untuk membuat dunia fantasi menjadi nyata, pramusaji di sini juga berpakaian lengkap seperti tokoh Alice. Mereka menggunakan celemek putih berenda di atas gaun biru cerah sepanjang lutut. Dekorasi ruangan dibuat sedemikian rupa hingga pengunjung tidak merasa sedang berada di restoran. Di lantai utama terdapat kursi berbentuk cangkir raksasa lengkap dengan tatakan.

restaurant-alice-710x428

Pengunjung dapat duduk melingkar bersama-sama di kursi cangkir. Untuk mendapatkan kursi istimewa ini, Kita disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu. Selain itu, setiap meja di restoran ini memiliki tema yang berbeda seperti dalam dongeng. Atap restoran ini berbentuk kubah lengkap dengan lukisan-lukisan kartu remi. Tidak hanya dekorasi, menu makanan di restoran ALICE juga mengangkat tema dalam dongeng. Pada roti kering diselipkan kertas bertuliskan “Eat Me”. Dalam cerita, setelah memakannya tubuh Kita bisa mengecil ataupun membesar. Beberapa makanan lain juga dibentuk seperti wajah tokoh kisah Alice in Wonderland. Restoran ini dipenuhi pernak-pernik dunia Alice seperti kotak menu ajaib dengan kelinci putih di taman, juga lilin dan kembang api. Asyiknya, wisatawan bisa menyambangi restoran ini hingga larut malam. Namun karena restoran ini populer, para tamu hanya diberikan batas waktu 2 jam. Setelah itu, ada biaya tambahan sebesar 600 Yen (Rp 57 ribu) dan 10% service charge.

 

Artikel lainnya

Facebook

© 2014 Budaya Jepang – Japan Pop Culture

Creative Commons License