Kimono Sutra yang Menyala Dalam Gelap

Baru-baru ini peneliti dari lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah, Institut Nasional Ilmu Agrobiologi di Tsukuba, Prefektur Ibaraki (National Institute of National Institute of Agrobiological Sciences ( Ibaraki Tsukuba, Japan ), mengumumkan telah menghasilkan sutra ‘glow in the dark’ (fluorescent) warna hijau dari ulat sutra yang telah mengalami rekayasa genetika.

Tak lama lagi, kimono sutra ‘nyala dalam gelap’ akan gemparkan dunia fashion Jepang, bahkan dunia fashion internasional.

Bahan sutra hasil teknologi mutakhir itu tentu saja akan banyak disukai. Warnanya tidak hanya terang dan khas tetapi juga bersinar di kegelapan. Belum pernah ada dalam sejarah kemanusiaan ditemukan bahan kain yang serupa.

Kampus Ilmu Agrobiologi di Ibaraki itu menciptakan ulat sutra rekayasa genetika dengan menyuntikkan gen yang menghasilkan warna neon pijar hijau pada ubur-ubur ke tubuh ulat sutra. Benang atau kain sutra yang dihasilkan dari kepompong ulat sutra termodifikasi dan berubah menjadi warna hijau neon di bawah cahaya biru yang tampak melalui filter oranye.

Lembaga tersebut juga telah mengembangkan rekayasa warna pink neon dan sutra warna oranye dengan merekayasa genetika ulat sutera menggunakan gen dari karang.

Proyek Jepang yang ditujukan untuk meningkatkan kegunaan ulat sutra rekayasa genetika secara praktis dan terapan ini diharapkan mulai musim panas ini.

Kementerian pertanian memberikan persetujuannya 3 Februari lalu kepada lembaga agrobiologi di Ibaraki itu untuk memulai uji coba rekayasa genetika mereka di fasilitas terisolasi karena khawatir program tersebut akan berdampak terhadap lingkungan.

Kini Jepang bersiap untuk membiakkan organisme hasil rekayasa genetika itu di luar lab di sebuah peternakan ulat sutra.

Berikut foto kimono di ruang terang dan gelap:

sutra_2
sutra

Sumber: www.asahi.com, rimanews.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya