Jepang, Negeri yang Kawaii (Cute)

Hello kitty, doraemon, karakter-karakter imut dari Jepang ini sangat terkenal di dunia. Ternyata hal ini tidak terjadi begitu saja. Pemerintah jepang memang sengaja menciptakan konsep kawaii tersebut. Apa sih konsep yang dimaksud??

Jika dilihat dari kanjinya, “ka” (), yang berarti mudah diterima, dan “ai” (), yang berarti cinta, kawaii dapat diartikan sebagai sesuatu yang bisa membuat orang merasa suka dan jatuh cinta.  Kata ini muncul pertama kali digunakan dalam karya sastra “Genji Monogatari” karya Murasaki Shikibu. Ketika itu wanita dianggap sebagai sosok yang harus selalu mengalah dan menurut.

Minuman dengan konsep kemasan kawaii

kamasan kawaii

Maruji

Pada tahun 1970, para wanita Jepang yang sebelumnya menulis menggunakan kuas ketika menulis, mulai menggunakan pensil, sehingga hasil tulisan yang dihasilkan lebih jelas daripada ketika menggunakan kuas, tebal dan kaku. Ketika itu, para wanita Jepang mulai menambahkan gambar-gambar pada tulisan merekam seperti gambar wajah tersenyum, gambar hati, bintang, dan sebagainya. Pada awalnya gaya tulisan semacam ini dianggap menyimpang dan dilarang digunakan di sekolah-sekolah, namun pada perkembangannya majalah, komik, dan bungkus barang-barang yang dijual menggunakan gaya penulisan para wanita Jepang ini. Beberapa jenis tulisan-tulisan ala wanita Jepang ini yaitu marui ji (丸い), tulisan yang bulat, koneko ji (小猫字), yang berarti tulisan anak kucing, manga ji (漫画), tulisan komik, dan burikko ji (字), yang berarti tulisan anak-anak palsu.

Gaya pakaian Jepang yang kawaii dimulai sejak era Edo. Kemudian, perusahaan Sanrio, mulai memperkenalkan produk mereka yang terkenal hingga sekarang, Hello Kitty. Pada tahun 1980 kemudian muncul icon kawaii baru yaitu Seiko Matsuda, ketika itu semua wanita Jepang berlomba-lomba meniru gayanya, baik dalam gaya pakaian, gaya bicara, maupun sikapnya sehari-hari. Gaya kawaii utamanya sangat ingin dilakukan oleh para remaja umur 15 hingga 18 tahun.

Maskot kepolisian di Yokohama

Maskot pada event pelestarian terumbu karang

Pengumuman tanda area memancing

Larangan buang sampah sembarangan

Pengumuan jalur evakuasi jika terjadi tsunami

maskot salah satu kuil

Pembatas jalan

Kini dalam perkembangannya, tidak hanya remaja yang ingin tampil kawaii. Wanita dewasa, pria dewasa, bahkan fasilitas umum pun didesain untuk tampil kawaii. Rambu-rambu dibuat dengan gaya komik, di setiap acara pemerintahan, maupun di lembaga pemerintahan, juga dapat kita temui maskot-maskot yang mencerminkan kawaii. Ini tidak terlepas dari misi pemerintah Jepang untuk menghilangkan citra sebagai bangsa yang kejam pada Perang Dunia II.

Tetapi yang lebih terpenting dari semua itu adalah, budaya kawaii telah dimiliki oleh orang Jepang sejak dulu dan sudah mendarah daging dalam diri mereka. Secara tidak sadar, hal inilah yang menjadi daya tarik utama bangsa Jepang di mata dunia. Karena Jepang memiliki 2 sisi kebudayaan yang berlawanan. Di satu sisi Jepang terkenal dengan keperkasaan kaum samurai, kerasnya tradisi bunuh diri, dan kedisipilanan mereka yang tinggi, namun di sisi lain, mereka memiliki kebudyaan kawaii yang sangat manis.  Bagaimana menurutmu?

  1. Ravenitsu Kouzimaru
    6 tahun yang lalu

    Jepang, MEMANG Negeri Kawaii
    termasuk miku chan. kawaii ne.;
    hehehehe

    Reply

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya