Karoshi1

Ingin Bekerja di Jepang? Awas Karoshi!

Karoshi bukan nama orang atau sebutan bagi bos galak di kantor Jepang. Karoshi juga bukan nama hantu atau legenda kota yang muncul malam-malam. Karoshi (過労死) adalah kematian akibat bekerja terlalu keras.

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau orang Jepang itu pekerja keras. Mereka rela kerja lembur hingga larut malam. Positifnya, budaya kerja keras itu membuat Jepang menjadi negara maju. Tapi sekarang, dengan ekonomi yang stagnan, budaya itu justru malah menjadi pembunuh tenaga kerja Jepang.

Menurut statistik resmi, lebih dari 400 orang meninggal akibat serangan jantung, stroke, dan bunuh diri yang disebabkan bekerja berlebihan. Angka resminya 400, tetapi pakar di lapangan memperkirakan terdapat hingga 20.000 kasus karoshi di antara pekerja Jepang.

Pada umumnya, pegawai kantor di Jepang bekerja 8 jam. Tapi kadang ada yang bekerja hingga 15 jam hingga lupa tidur. Dalam beberapa bidang pekerjaan yang lebih sibuk dan menuntut, kadang-kadang ada pekerja yang hanya berlibur 1 kali dalam sebulan!

Keadaan ini lebih disebabkan budaya orang Jepang. Dengan ekonomi yang stagnan, mereka percaya, hanya dengan kerja keraslah mereka bisa membuat ekonomi maju. Tapi sekeras apapun mereka bekerja, kehidupan mereka tetap stagnan.

Pemerintah sudah menyadari keadaan ini dan sudah mulai mengeluarkan undang-undang untuk menekan jumlah kematian karena karoshi. Salah satunya adalah mewajibkan pegawai menghabiskan jatah cuti resmi selama 2 minggu per tahunnya. Selain itu, pemerintah juga menganjurkan perusahaan untuk memperpendek jam kerja pegawainya.

Jadi J-Culers yang berminat bekerja di Jepang, hati-hatilah, jangan sampai bekerja berlebihan!

Sumber: ABC News

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya