Hati-hati Saat Jalan-Jalan ke Jepang Bagi Yang Tubuhnya Bertattoo

Pengalaman tidak enak dialami oleh seorang turis perempuan dari Selandia Baru yang memiliki tattoo. Ia ditolak masuk sebuah pemandian umum. Erana Te Haeata Brewerton adalah seorang wisatawan dari Suku Maori, Selandia Baru, yang tengah pelesir di Jepang. Ketika berada di Negeri Sakura tersebut, ia tidak diperbolehkan masuk ke sebuah spa dan pemandian di Eniwa, Hokkaido, karena tato yang di wajahnya. Warga suku Maori memang secara tradisional memiliki tato di wajah dan tubuhnya. Namun, siapa sangka ini justru menjadi halangan bagi Brewerton saat pelesir ke negara lain.

 

583

 

“Saya tidak pernah diperlakukan seperti ini,” kata Brewerton. Brewerton mengaku protes pada tempat pemandian ini, dan menjelaskan bahwa tato yang dimilikinya adalah tanda tradisional suku tempat dia berasal. Namun, pihak pemandian tidak mau mengubah keputusannya. “Kami tidak ingin membuat pengunjung lain merasa tidak nyaman melihat orang bertato,” kata pemilik pemandian tersebut. Di Jepang, tato diasosiasikan sebagai tanda anggota mafia Yakuza. Akibatnya, banyak tempat pemandian dan spa yang ketakutan bila melihat orang bertato dan melarang mereka untuk masuk.

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya