Hantu Jepang Yang Mirip Dengan Hantu Indonesia

Jculers pasti tahu hantu kan? atau sudah pernah ada yang ketemu lansung? hehehe

kira-kira jculers tahu gx ya ternyata hantu-hantu di jepang ada yang mirip lo sama hantu di Indonesia,, mau tahu? ayo kita simak..

 

1. Onryou dengan Kuntilanak

 

1

 

Onryou merupakan hantu Jepang yang memiliki ciri-ciri :

  • rambut panjang yg terurai
  • memakai kimono putih
  • pergelangan tangan menjuntai ke bawah
  • kaki tak tampak menjejak tanah

nah dari ciri-cirinya kita dapat lihat bahwa Onryou sangatlah mirip dengan sosok yang sering kita sebut Kuntilanak, namun kuntilanak memiliki ciri khas yang berbeda yaitu suara ketawanya yang hi…serem. Konon jika kita mendengar suara ketawa kuntilanak sangatlah keras/dekat itu berarti sosok kuntilanak bertempat jauh dari tempat kita mendengar, namun lain halnya jika kita mendengar suara kuntilanak samar”/jauh, itu berarti sang Kunti sedang ada dekat disekitar kita.

 

 

2.Ubume dengan Sundel Bolong

 

2

Ubume adalah sosok hantu jepang berupa wanita yang meninggal ketika mengandung (lalu melahirkan dalam kubur). Dari kisah asal muasalnya saja telah mengingatkan kita dengan judul film Indonesia yakni ” Beranak Dalam Kubur ” di film itu sosok hantu wanita dikatakan sebagai sundel bolong, karena tidak dapat melahirkan secara normal, maka bayi pun keluar dari punggung ibunya.

 

 

3.Nukekubi dengan Palasik

 

3

 

Nukekubi, dalam bahasa China artinya leher yang bisa dilepas, hampir sama dengan hantu Jepang rokurokubi, pada siang hari bisa menjadi manusia biasa dan membaur dengan masyarakat, namun pada malam hari  kepala nekukebi bisa terpisah dari badannya.  Setelah terpisah dari tubuhnya, kepala hantu jepang ini bisa terbang untuk mencari manusia. Kepala yang terpisah ini akan menjerit dan menggigit korbannya. Dalam keadaan terpisah, tubuh hantu jepang nukekubi ini menjadi benda mati. Dalam beberapa legenda, jika kepala hantu jepang ini tak bisa menemukan badannyanya sampai matahari terbit, maka nukekubi itu akan mati. Cara untuk membedakan Nukekubi dengan orang biasa adalah adanya garis merah di leher, yang mana merupakan tempat terpisahnya kepala dengan badan. Di Indonesia kita kenal juga dengan sebutan Palasik . Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. Menurut kepercayaan Minangkabau palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki balita, karena makanan palasik adalah anak bayi atau balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (di kubur), tergantung dari jenis palasik tersebut.

Ilmu palasik di percayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik. Pada umumnya Palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badannya berjalan mencari makan dan ada pula yang kepalanya melayang-layang mencari makan.
4. Zashiki Warashi dengan Tuyul
4
Nama Zashiki Warashi diambil dari istilah nama lantai tatami ‘Zashiki‘ dan ‘Warashi‘ (istilah lain untuk menyebut ‘bocah’) yang keseluruhannya berarti ‘Bocah di dalam ruangan’.Wujudnya menyerupai anak kecil dan bisa dibilang merupakan jin rumahan. Sama seperti anak kecil pada umumnya, pada dasarnya Zashiki Warashi adalah youkai yang senang bermain. Ia senang berlarian ke sana kemari, memainkan barang-barang, membunyikan alat musik, dan sebagainya.
Di Indonesia hantu bocah biasanya kita lebih sering mengatakan Tuyul, namun Tuyul di Indonesia kebanyakan digunakan untuk pesugihan bagi orang-orang tertentu. Sifatnya yang sama Zashiki Warashi yakni suka menyembunyikan benda juga sering dilakukan oleh tuyul, hanya saja Tuyul suka sekali mengambil benda berharga seperti Uang dan perhiasan. Konon jika kita meletakkan yuyu ( kepiting air tawar kecil ) didepan rumah dengan cara digantung, maka si Tuyul akan lupa dengan tugasnya untuk mencuri isi rumah sebaliknya mereka akan bermain-main dengan yuyu tersebut.
sumber :

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya