Festival Api di Jepang

Pada akhir Agustus di kaki Gunung Fuji kota Fujiyoshida dilaksanakan sebuah festival api yang dipercaya dapat menyelamatkan penduduk Jepang Timur dari amarah dewi Fuji. Hal tersebut diyakini bahwa jika Himatsuri Fujiyoshida (festival api) tidak dilakukan maka dewi gunung akan menjadi marah dan Gunung Fuji akan meletus (*`▼´*).

Festival ini telah dilakukan lebih dari 500 tahun, dengan asal-usul bahwa pada jaman dahulu ketika dewa berjalan di bumi pada saat itu Ninigi no Mikoto, cucu dari dewi matahari Amaterasu-omikami turun dari langit untuk mencari wilayah yang akan menjadi salah satu harinya nanti di Jepang. Dia mengambil anak perempuan dari dewi gunung sebagai istrinya yang bernama Konohanasakuya-hime. Konohana hamil dalam satu malam yang membuat suaminya curiga. Dia tersinggung dengan hal itu lalu dia membuat sebuah gubuk doorless sebagai tempat tinggalnya. Dia menyatakan jika anaknya bukanlah anak dari Ninigi itu maka saat dibakar oleh api mereka akan musnah. Kemudian gubuk doorless miliknya itu dibakar, namun disampaikan bahwa ada tiga anak yang sehat sehingga hal itu membuktikan dia tidak bersalah dan anak-anaknya adalah keturunan yang hebat dari Ninigi ゙☆⌒o(*^ー゚).

Pada festival api Fujiyoshida yang menjadi unsur utama adalah obor taimatsu yang melambangkan api Konohana yang menyala sebagai bukti dia tidak bersalah. Unsur-unsur lainnya adalah mikoshi (kuil portabel) yang membawa semangat, serta kuil ini berbentuk seperti Gunung Fuji.
Nama lain untuk festival ini adalah Chinka Taisai yang berarti “untuk memadamkan api” dengan tujuan untuk memastikan bahwa gunung Fuji tidak akan meletus lagi (*▼▼)ゞ.


Meskipun terlihat tenang, Gunung Fuji sebenarnya merupakan gunung berapi aktif. Namun tidak seperti gunung berapi Hawaii. Terakhir kali Gunung Fuji meletus adalah 300 tahun yang lalu. Menurut penelitian terbaru, tekanan di daerah magma lebih tinggi dari letusan terakhir. Apakah ini berarti letusan akan segera terjadi atau masih harus dikaji lagi?(*゚ρ゚)ゞ

Proses Fuji Fire Festival bisa dilihat dalam video berikut:

Sumber : samuraidave

 

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya