Dihukum Ditinggalkan Di Hutan, Seorang Bocah Jepang Menghilang

Para petugas penyelamat Jepang terus menyisir kawasan hutan lebat di Kota Nanae, Pulau Hokkaido untuk menemukan seorang bocah yang hilang sejak Sabtu, 28 Mei lalu. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda keberadaan anak laki-laki berumur 7 tahun itu.

hutan-seram130122b
Awalnya, orangtua bocah bernama Yamato Tanooka itu mengaku kepada polisi bahwa anak mereka hilang pada Sabtu, 28 Mei saat mereka mengumpulkan tanaman liar untuk sayur. Namun kemudian mereka mengaku telah meninggalkan bocah tersebut di hutan untuk menghukumnya.

Bocah itu hilang di kawasan hutan yang dihuni beruang-beruang liar di Pegunungan Komagatake, Pulau Hokkaido. Saat kejadian, Yamato, kakak perempuannya serta ayah dan ibunya mendatangi sebuah taman di dekat hutan tersebut. Namun ayah dan ibu Yamato marah ketika bocah itu melemparkan batu ke mobil-mobil dan orang-orang di taman tersebut.

Saat dalam perjalanan pulang ke rumah, orangtua Yamato menurunkan bocah itu dari mobil dan meninggalkannya sendirian di hutan. Mereka sempat mengemudikan mobil sejauh 500 meter, sebelum kemudian kembali untuk menjemput Yamato.

“Mereka bilang mereka kembali ke lokasi secepatnya, namun anak itu sudah tak ada lagi di sana,” ujar seorang juru bicara kepolisian setempat.

Hilangnya bocah ini telah memicu kemarahan publik Jepang yang menyalahkan kedua orangtua bocah tersebut. Kepolisian menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mengajukan dakwaan mengabaikan anak terhadap orangtua sang bocah.

 

 

Sumber: news.detik.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya