Dakko Chan, Boneka Hitam Jepang yang Kontroversial

5398818_20130429013837

Ketika dipasarkan, boneka ini disebut Kinobori Winky (Winky Pemanjat Pohon) atau Kurombo Bura (Bura Si Hitam; bura berasal dari kata black). Kedua belah tangan boneka ini membentuk lingkaran seperti sedang memeluk (dakko), bagaikan koala sedang memeluk pohon. Sesuai dengan namanya, Dakko-chan bisa dipasang di lengan seperti sedang memeluk pemiliknya. Pada waktu itu, Dakko-chan dijual dengan harga \180. Pencipta karakter Dakko-chan bernama Kigen Ōki yang waktu itu masih kuliah di Universitas Seni Musashino. Sejak mulai dipasarkan pada bulan Juli 1960, boneka ini laris di kalangan wanita muda yang memasang Dakko-chan di lengan mereka sewaktu berjalan-jalan. Tren memasang boneka di lengan oleh wanita muda di Jepang diliput media massa yang menyebut mainan tersebut sebagai Dakko-chan. Setelah diberitakan di televisi, mainan ini laku keras sehingga toko mainan dan toko serba ada kehabisan stok dan pabrik tidak mampu memenuhi pesanan. Toserba terpaksa membagikan karcis antrian kepada calon pembeli yang kemudian dijual oleh para calo.

5398818_20130429013957

Hingga akhir tahun 1960, Dakko-chan terjual lebih dari 2.400.000 buah. Ketika sedang populer, produsen tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Dakko-chan mudah dibuat sehingga di pasaran diramaikan oleh barang palsu. Ciri khas Dakko-chan asli adalah mata dari stiker khusus yang bagaikan berkedip bila dilihat dari sudut pengamatan tertentu, sedangkan mata Dakko-chan palsu tidak bisa berkedip. Berkat membanjirnya barang palsu, Dakko-chan menjadi mainan yang mewakili dekade 1960-an. Takara kemudian mengganti desain Dakko-chan, dan menggunakan slogan baru untuk Dakko-chan di iklan televisi. Bukan hanya boneka plastik berisi udara, mainan ini juga dibuat dalam berbagai jenis produk. Kepopuleran Dakko-chan ternyata cepat surut, dan produksi dihentikan.

harajuku_dacco-chanPada tahun 1975, Dakko-chan dibuatkan edisi cetak ulang untuk memperingati 20 tahun Takara. Sekitar tahun 1988, penggambaran stereotipe kulit hitam dalam anime dan manga dianggap sebagai bentuk diskriminasi sehingga penerbit harus menarik kembali produk mereka. Desain dan warna Dakko-chan juga diganti sebelum akhirnya produksi kembali dihentikan. Gambar Dakko-chan yang dipakai sebagai logo perusahaan Takara juga tidak dipakai lagi sejak 1990. Setelah berganti warna, Dakko-chan diproduksi pada tahun 1997 oleh anak perusahaan Takara. Penjualan kembali dihentikan setelah rok rajutan dan bibir Dakko-chan dikritik sebagai bentuk diskriminasi orang kulit hitam.Pada 2001, Dakko-chan dihidupkan kembali, namanya ditulis dengan aksara hiragana. Rok rajutan dan bibir tebal Dakko-chan sudah dihilangkan. Dakko-chan versi baru digambarkan memiliki ekor, dan dibuat dalam beberapa warna, di antaranya hitam, merah jambu, dan biru.

 

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya