Berguru Meditasi Zen Pada Master Tajima

Di Kota Sakai, Jepang kita dapat mempelajari meditasi Zen ini dari seorang Zen master bernama Tajima Sekioh, pria tua bertubuh tambun dan berkepala botak, namun tampak sangat bijaksana. Kuil Zen yang ditempati Master Tajima berusia sangat tua. Dibangun sejak tahun 1557 sebelum periode Kekaisaran Edo.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Di Jepang, ada dua jenis kuil Zen, yakni Soto dan Rinzai. Khusus untuk kuil di Sakai, termasuk Rinzai. Pengikut kuil ini cukup banyak, dari seantero Jepang. Dulu para Samurai belajar Zen ke kuil ini. Di kuil itu, Master Tajima ditemani oleh tiga biksu muda yang diproyeksikan menjadi penerusnya. Mereka setiap hari beraktivitas untuk mengajarkan ajaran Buddha pada para pengikut. Selain itu, mereka juga membuka kursus meditasi seminggu sekali bagi masyarakat umum yang ingin belajar meditasi Zen.

080443_zen4madin

Cara meditasinya cukup sederhana. Master Tajima akan mengajak seluruh peserta untuk masuk ke dalam aula meditasi. Namun ada sejumlah etika yang harus dihormati sebelum masuk ruangan. Pertama, kita harus memberi hormat. Lalu, melepas sepatu dan menggantinya dengan alas kaki rotan buatan kuil. Setelah itu, kita dipersilakan duduk di sebuah alas berupa bantal. Setelah beres, Master Tajima meminta kita duduk dengan posisi tegap, lalu tangan saling bertumpuk dengan jempol yang bersentuhan, mata lurus ke depan sepanjang satu meter, dan mulai bernafas dengan rileks.

ursula-gahwiler-monks-during-za-zen-meditation-in-the-zazen-hall-elheiji-zen-monastery-japan
Bagi yang sulit berkonsentrasi, Master Tajima berpesan agar orang tersebut mengangkat tangannya dan bertindak seperti memberi salam. Maka dia akan menghampiri peserta tersebut dan memukulnya agar konsentrasi kembali datang. Selama 30 menit, Master Tajima berkeliling di seluruh ruangan sambil membawa kayu tipis untuk memukul.

zen_gardens_clip_image023
Selain meditasi, para peserta diajak juga berkeliling ke taman kuil Zen yang indah. Sejumlah filosofi di taman itu pun diberikan oleh Master Tajima. Taman ini tak ada airnya, namun harus dibayangkan seperti sebuah lautan. Di situlah setiap tetesan ajaran Buddha mengalir ke lautan. Dengan program meditasi dan tur singkat itu, kuil ini menjadi destinasi turis cukup menarik di Sakai. Jumlah pengunjungnya bisa mencapai 5.200 orang per hari. Mau mencoba?

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya