Belajar Sejarah dari “Rurouni Kenshin” (Part 2)

Sebelumnya kita sudah membahas tentang era bakumatsu, yaitu era di mana shogun merebut kekuasaan kaisar namun akhirnya kekuasaan tersebut dapat kembali ke tangan kaisar. Pada masa Bakumatsu ini, terdapat sebuah kelompok yang terkenal dan terorganisir dengan baik, kelompok itu disebut shinsengumi. Seperti yang kita tau, musuh terbesar Kenshin adalah Saito Hajime. Saito Hajime adalah satu satu anggota dari shinsengumi tersebut.

Shinsengumi merupakan pasukan yang bertarung untuk melindungi keshogunan Tokugawa Bakufu dari orang-orang yang anti terhadap dirinya. Yang menarik adalah tujuan awal ketika kelompok ini dibentuk adalah justru untuk menjatuhkan Bakufu.  Ketika itu, orang-orang yang berkeinginan untuk menjatuhkan Bakufu berkumpul dan membuat suatu kelompok. Kelompok tersebut pada akhirnya malah menjadi pasukan yang bertugas  untuk melindungi Bakufu sehingga akhirnya disebut sebagai budak  Bakufu (karena sangat setia kepada Bakufu).

Kondo Isami

Okita Souji

Saito Hajime

Di dalam kelompok shinsengumi, di bawah  Kondou Isami sebagai pemimpinnya dan Hijikata Toshizou sebagai wakilnya, terdapat 10 pasukan yang masing-masing terdiri dari komandan dan prajurit. Di dalam cerita Rurouni Kenshin terdapat  beberapa tokoh yang diceritakan merupakan anggota shinsengumi, namun yang paling menonjol adalah Okita Souji sebagai komandan kelompok 1 dan Saito Hajime sebagai komandan kelompok 3. Kedua orang ini merupakan orang-orang terkuat di dalam kelompok shinsengumi, bahkan sebuah jurus samurai yang diberi nama “3 dantsuki Okita”yang  sangat terkenal pada masa itu. Jika jurus ini digunakan, maka walaupun hanya 1 bekas tebasan pedang yang terlihat pada mayat, sebenarnya terdapat 3 kali bekas tebasan.  Sedangkan Saito Hajime, merupakan orang termuda yang pernah tergabung di dalam kelompok shinsengumi (ada beberapa yang menyebutkan ia seumuran dengan Okita). Ia bahkan dipercaya sebagai komandan untuk pasukan no 3.

Samurai

Petani

Orang pertama yang membuat kelompok Shinsengumi ini, Kondou Isami, bukanlah dari kalangan samurai, ia adalah anak seorang petani. Ketika itu  di Jepang masih terdapat tingkatan-tingkatan kasta pada masyarakat, tingkatan-tingkatan tersebut di antaranya adalah kaum samurai dan kaum petani. Ketika itu seseorang akan akan bekerja di bidang yang sama dengan pekerjaan orang tuanya, misalnya seorang anak samurai akan menjadi kaum samurai, sedangkan anak petani akan menjadi seorang petani (seorang anak laki-laki harus menggantikan pekerjaan ayahnya), hal ini dianggap sebagai kewajiban. Oleh sebab itu, anak pertama dari suatu keluarga akan bekerja di bidang yang sama dengan pekerjaan ayahnya, sedangkan anak berikutnya karena pekerjaan sang ayah sudah diwarisi oleh kakaknya, maka ia akan bekerja pada keluarga lain, ini dilakukan agar menghindari  perselisihan dengan anak laki-laki pertama jika mereka masih tinggal di rumah.

Kelompok Shinsengumi dengan Saito Hajime di dalamnya (yang ditandai merah)

Jika seseorang berhasil menjadi anggota shinsengumi, ia akan menjadi pengikut langsung bahkan tinggal di lingkungan keshogunan, sehingga pekerjaan ini dianggap pekerjaan bergengsi.  Di jaman sekarang dapat disetarakan dengan pejabat negara. Selanjutnya, karena tugas shinsengumi adalah untuk membasmi orang jahat (yang dimaksud jahat adalah orang yang anti terhadap keshogunan Tokugawa Bakufu), maka kelompok ini dianggap sebagai pahlawan. Sehingga pada masa itu banyak sekali anak muda yang merasa memiliki kepercayaan diri dan kemampuan ingin masuk sebagai anggota shinsengumi.

Banyak anak-anak muda berhenti menjadi petani untuk menjadi shinsengumi, belajar di suatu pusat pelatihan samurai (Mamorukan) dan tinggal di sana. Di pusat pelatihan ini para pemuda akan diajarkan jurus-jurus pedang yang harus dikuasai jika ingin menjadi anggota shinsengumi. Okita dan Saitohajime adalah contoh-contoh pemuda yang telah berhasil menjadi anggota shinsengumi setelah melalui masa pelatihannya sehingga semakin membuat semakin banyak anak muda yang ingin masuk Mamorukan. Jika pada pusat pelatihan biasa, pedang yang digunakan untuk latihan terbuat dari kayu, di Mamorukan pedang yang digunakan untuk latihan adalah pedang asli, walaupun terlihat tidak tajam.

Untuk melindungi Tokugawa Bakufu, para ksatria samurai yang handal ditempatkan di wilayah Kyoto (ketika itu merupakan ibukota Jepang dan tempat kaisar bertempat tinggal). Kemudian, pasukan pembunuh  yang merupakan kelompok yang menentang bakufu lama kelamaan semakin banyak dan akhirnya terbentuklah shinsengumi.  Pembahasan mengenai shinsengumi selanjutnya  akan dilakukan pada kesempatan berikutnya.

Belajar Sejarah dari “Rurouni Kenshin” ( Part 1) dapat dilihat di http://j-cul.com/belajar-sejarah-jepang-dari-rurouni-kenshin-part-1/

 
Column by:  “Apa na-nya”
[nama_author gambar=”http://j-cul.com/wp-content/uploads/2012/10/Apa.jpg” nama=”Apa na-nya”]Profile : Apa adalah seorang warga negara Jepang yang pernah tinggal di Indonesia selama 4 tahun dan  seseorang yang sedikit “otaku” di bidang sejarah.[/nama_author]

  1. Ravenitsu Kouzimaru
    4 tahun yang lalu

    Samurai X anime favorit ku.
    kmaren udah nonton yg versi manusia,y
    keren euuyyy,,,, yg cewe,y cakep.
    hehehehehee.

    Reply

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya