Bahayakah Mengidap Sindrom “Chuunibyou” ?

Chuunibyou adalah sindrom yang dapat membuat pengidapnya mengkhayal seakan-akan memiliki sesuatu yang luar biasa . Bahkan bisa sampai merasa memiliki kekuatan supranatural didalam dirinya . Chuunibyou (中二病), kasarnya berarti “penyakit/sindrom/gejala kelas dua SMP”. Chuunibyou adalah suatu gejala di mana seseorang anak yang berumur sekitar 14 tahun cenderung bersikap sok atau bersikap seolah-olah ia memiliki kekuatan supranatural dan semacamnya. Ada juga yang bersikap jijikan, sombong, dan bahkan meremehkan orang di sekitarnya. Sikap seperti ini biasanya ditemukan pada anak remaja yang memasuki masa pubertas. Namun masih ada juga orang yang sudah dewasa (SMA ke atas) masih bersikap seperti ini.

Chuunibyou menggunakan huruf “病” (byou) yang berarti penyakit/sindrom/gejala tetapi bukan berarti benar-benar sakit ataupun gangguan jiwa. Dalam bahasa Jepang juga bisa ditulis “厨二厨“, jika di dalam bahasa Indonesia huruf “厨” bermakna alay.

 

JENIS CHUUNIBYOU: 

Menurut buku Petunjuk Chuunibyou (中二病取扱説明書, Chuunibyou Toriatsukai Setsumei Sho) ada tiga jenis chuunibyou.

 

1. DQN (DQN系, dokyun-kei), yaitu cenderung berpura-pura bersikap anti-sosial atau menjadi anak nakal padahal tidak. Biasanya ia mengarang tentang cerita tawuran atau semacamnya. “DQN” bermakna “si anti-sosial” atau “si anak nakal”.

2. Subkultural/Hipster (サブカル系, SubCul-kei), yaitu cenderung memilih non-mainstream atau yang peminatnya sedikit agar ia merasa berbeda. Terkadang orang seperti ini jarang suka budaya sendiri, namun lebih memilih budaya luar agar dianggap keren karena berbeda minat dengan orang lain. (Notes: Bedanya dengan Weeaboo, weeaboo merasa dirinya adalah orang jepang / tokoh anime yang sedang terdampar disini)

3. Mata Iblis (邪気眼系, Jakigan-kei), yaitu cenderung merasa memiliki kekuatan supranatural. Jenis ini sering menghayal yang aneh-aneh. Untuk contoh jenis ketiga ini, silakan tonton anime “Chuunibyou demo Koi ga Shitai!”

 

7E92u

PANDANGAN DILIHAT DARI SISI PSIKOLOGI & SOSIOLOGI.

Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial, Identifikasi, merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Identifikasi sifatnya lebih mendalam dibandingkan imitasi karena dalam proses identifikasi, kepribadian seseorang bisa terbentuk. Orang melakukan proses identifikasi karena seringkali memerlukan tipe ideal tertentu dalam hidupnya. Proses identifikasi dapat berlangsung secara sengaja dan tidak sengaja. Meskipun tanpa sengaja, orang yang mengidentifikasi tersebut benar-benar mengenal orang yang ia identifikasi sehingga sikap atau pandangan yang diidentifikasi benar-benar meresap ke dalam jiwanya. Contoh, biasanya pemain bulu tangkis junior punya pemain idola. Setiap idolanya bertanding, dia akan mengamati secara cermat bagaimana gaya dan strategi bermain idolanya tersebut. Kemudian ia meniru dan yakin bisa menjadi seperti idolanya.

 

Bagi kebanyakan orang, Chuunibyou sangatlah buruk. Tapi bagi ada sebagian orang menganggap Chuunibyou itu menyenangkan . Berkhayal itu menyenangkan bukan ? Tentu saja ! Jika kita berkhayal , sama saja kita berharap kan ? Berharap sama dengan do’a kan ? So , Chuunibyou bisa dijadikan sebagai motivasi juga. Kita berkhayal kita mendapat Ranking 1 dikelas, sama saja kita berdoa kita mendapat Ranking 1 dikelas.

 

Tetapi jika kamu ternyata memang mengidap sindrom Chuunibyou, jangan sampai berlebihan. Karena hal itu dapat mengakibatkan sesuatu yang sangat memalukan. Misalnya kalau kamu merasa dirimu titisan naga, atau misalnya kamu merasa menjadi presiden indonesia.

Tetapi, dalam bercosplay, kadang-kadang kita perlu sedikit chuunibyou loh… hihihi..Tapi jangan sampai chuunibyou berlebihan yang nanti malah menjadi weeaboo kronis ya. 😀

 

Bagaimana, apakah kamu berpikir Chuunibyou itu harus dijauhi? up to you.

 

So, berkhayalah setinggi-tingginya namun tetap yang wajar-wajar saja ^^

Pernahkah kamu menjadi Chuunibbyou?atau jangan-jangan sekarang kamu masih Chuunibyou? ^__^

 

 

 

 

Sumber: repost dari www.facebook.com , anime.stackexchange.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya