happiness-meter

Ayo Ukur Tingkat Kebahagiaanmu Dengan “Happiness Meter”

Hidup gembira adalah impian dan keinginan semua orang baik ketika di rumah maupun saat kerja.

Tapi enggak bisa dipungkiri bahwa ketika kita sedang bekerja, ada kalanya kebahagiaan kita terganggu dengan deadline, human error maupun oleh tingkah bos kita. Pernahkah kalian berpikir untuk mengetahui tingkat kebahagiaan kalian ketika sedang bekerja?

 

Kalau iya, kalian beruntung! Teknologi Jepang Hitachi mengeluarkan produk yang disebut “Happiness Meter”. Sebuah alat yang dikalungkan di leher dimana alat tersebut dapat menankap sinyal apakah kalian sedang happy / unhappy.

 

happiness meter

 

Alat ini akan mengirimkan 50 sinyal per detik ke dalam database yang berada didalamnya dan akan melacak dengan siapa kalian bicara, berapa lama, apakah kalian bertemu dengan seseorang atau tidak dll. Tapi tenang saja, data kalian tidak akan dibocorkan.

 

Hitachi sudah mulai menerima order untuk alat ini sejak tanggal 10 Februari dan alat ini disewakan dengan harga 100,000 yen (US$843) per tahun.

 

View image on Twitter

 

Nah, menurut JCulers, kalian perlu enggak sih alat macam ini? oh iya… berikut ini ada beberapa review dari pengguna yang sudah mencoba alat ini:

 

“Isn’t it a little early for April Fools Day jokes, Hitachi?”

“I can picture it now: An employee with one of these things around his neck is typing away at a desk, then his eyes go dark. He says, ‘Happiness depleted. Recharging,’ and then shoots back up, eyes bright and back to typing.”

“Pretty sure the happiness level in my office would be zero.”
“I’d rather have an ‘upset meter’ I could put on my boss instead.”
(In response to above) Yes! That would be so helpful in figuring out if I actually have to work or can just fudge it some more.”
“I have a feeling Nintendo’s going to rip this off. Expect to see ‘happiness-based’ games soon.”

 

Nah, kalau bos kalian menyuruh kalian untuk memakai alat ini saat bekerja, apakah kalian berani memakainya?

 

Sumber: rocketnews24.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya