Ariana Miyamoto, Miss Japan 2015 yang Kontroversial

Bagaimana persepsi J-Culers tentang orang Jepang? Berkulit putih dan bermata sipit, mungkin itulah kata-kata yang terlintas. Tapi bagaimana kalau ternyata tidak semua orang Jepang memenuhi syarat-syarat itu? Miss Japan 2015 Ariana Miyamoto menjadi perbincangan publik karena sifat-sifat fisiknya yang mungkin tidak memenuhi stereotip orang Jepang pada umumnya.

Ariana Miyamoto dinobatkan sebagai Miss Japan pada bulan Maret 2015 lalu. Tapi tidak seperti kebanyakan orang Jepang, Miyamoto berkulit gelap. Miyamoto lahir dan besar di Jepang. Ibunya adalah orang Jepang asli, sedangkan ayahnya adalah African-American. Istilah kerennya, Miyamoto adalah “blasteran” orang Jepang dan African-American. Di Jepang, blasteran dikenal dengan sebutan “half”. Tapi jangan coba-coba memanggil seseorang dengan sebutan itu, karena merupakan hinaan.

Di media sosial, penobatan Miyamoto menuai berbagai macam reaksi. Ada beberapa orang yang gembira menyambutnya sebagai Miss Japan 2015, tapi ada juga beberapa komentar negatif, seperti tidak menginginkan seorang “half” mewakili Jepang.

Nada komentar-komentar negatif tersebut mirip: bahwa ada beberapa orang yang tidak menerima Miyamoto yang merupakan “half” sebagai Miss Japan 2015 hanya karena masalah rasnya.

Nah, bagaimana pendapat J-Culers tentang Ariana Miyamoto sebagai Miss Japan 2015? Apakah Miyamoto adalah awal keterbukaan Jepang terhadap isu ras?

Sumber: BBC

Sumber Gambar: Forbes

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya