toko_1

8 Jenis Customer Yang Menjengkelkan Bagi Penjaga Toko di Jepang

Jepang memiliki prinsip “pelanggan adalah Tuhan”, tapi jangan kalian berpikir bahwa penjaga toko tidak pernah kesal akan tingkah laku para pelanggannya ketika mengunjungi toko mereka, walaupun telah tercipta prinseip seperti itu. Pengguna twitter dan karyawan magang di supermarket  @ osamegu121 telal membuat serangkaian gambar lucu yang menggambarkan pertemuannya dengan berbagai jenis pelanggan yang mampu membuatnnya kesal. Hal-hal kecil yang dilakukan pelanggang itu diantaranya:

 

1. Memotong Kalimat, Sebelum Ditawarkan

Di Jepang, petugas toko akan bertanya kepada setiap pelanggannya yang datang apakah diperlukan tas/kantong belanja ataupun tidak. Interaksi kecil seperti ini merupakan ritual penjaga toko untuk menunjukka sikap sopan santun dan menghargai setiap pelanggan yang datang. Namun, beberapa pelanggan malah membuang wajah dan mengatakan “iranai”(tidak perlu) bahkan sebelum penjaga toko mengajukan pertanyaannya. Ohhhh……….. sakitnya

 

toko_1a

2. Berdebat di Kasir

Ini adalah pemandangan yang paling menyebalkan bagi penjaga kasir di toko, bukan karena adanya pertengkaran antara penjaga kasir dan customer tetapi ini adalah pertengkaran diantara pelanggan yang berdebat tentang siapa yang harus membayar. Penjaga kasir harus menunggu sampai pada akhirnya salah satu diantara mereka mengalah dan menyerahkan uang untuk membayar. Sementara di sisi lain banyak orang yang menunggu karena antrean dikasir sangat panjang.

toko_1b

3. Selotip Bergambar

Di Jepang, jika pelanggan tidak menggunakan tas/plastik belanja, maka sebagai penanda barang yg dibeli telah dibayar makan akan diberikan selotip kecil bergambar yang bertuliskan nama toko. Sistem seperti ini tidak menjadi masalah jika yang berbelanja adalah orang dewasa, tetapi akna berbeda cerita jika yang berbelanja adalah anak kecil ataupun orang dewasa yang membawa anak kecil. Mereka akan meloncat-loncat dan merengek meminta selotip ditempel dengan cepat di setiap produk belanjaan.

toko_1c

4. Membayar dengan Uang Koin

Tidak berbeda dengan di Indonesia, ada beberapa pelanggan yang bahkan membayar dengan banyak uang receh. Di Jepang uang receh mulai dari 1 Yen, 5 Yen, 10 Yen, 50 Yen, dan 100 Yen. Walaupun si pelanggan telah menyiapkan uang receh yang rapi dari rumah, namun tetap saja di kasir harus dihitung ulang. Bayangkan saja jika pelanggan berbelanja sejumlan 1500yen (sekitar Rp 150,000) dan dibayar dengan uang receh, gimana gak nyebelinnnn?!

 

toko_1d

5. Menghitung Dengan Air liur

Tidak hanya di Jepang, bahkan orang Indonesia pun sering melakukan hal ini. Terutama orang-orang yang sudah tua. Mereka mengambil uang dan menghitungnya dengan tangan tetapi sebelumnya mengambil air ludah dengan ujung jari telunjuk di mulutnya. Tentu saja ini sangat menjijikan jika tanpa sengaja penjaga toko mengambil bagian basah dari uang tersebut.

 

toko_1e

6. Si Cuek Bebek

Pernahkan kalian dicuekin oleh pelanggan kalian? misalnya kalian bertanya “apakah pembayaran mengunakan kartu kredit?” , atau “apakah perlu kantong plastik?”, dan mereka hanya menjawab dengan diam nya. Sepi tanpa jawaban….fiuhh benar-benar sakit hati banget kan.

 

toko_1f

7. Produk yang Dikotori Anak-Anak

Point ini khusus untuk para orang tua yang mengajak anaknya ke mini market, dimana untuk menenangkan anak mereka biasanya para orang tua akan memberikan produk ke anaknya untuk di pegang. Dan anak pun akan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dan sampai pada saat pembayaran di kasir, produk tersebut telah dipenuhi dengan air liur.  Keadaan ini hampir sama dengan point 5 diatas.

toko_1g

8. Pelanggan Yang Tiba-Tiba Sudah Menghilang

Belum juga dikasi bukti pembayaran dan mengucapkan terimakasih, pelanggan tiba-tiba sudah menghilang ajha tanpa jejak. Tapi untungnya sudah membayar..jadi bisa bilang sabar pada diri sendiri. hehehhe

toko_1h

 

Pengalaman-pengalaman diatas di publish [email protected] di Twitter, sepertinya dia banyak menghadapi pelanggan-pelanggan yang menyebalkan. hahahha…

 

Sumber: en.rocketnews24.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya