mobile-ad-4391-181

14 Jenis Topeng di Jepang

Banyak topeng-topeng yang digunakan di Jepang untuk menutupi wajah saat festifal ataupun pertandingan. Berikut ada 14 topeng yang terkenal:

1. Topeng Samurai

Samurai akan mengenakan topeng dalam pertempuran nya yang dikenal sebagai menpŇć. Topeng ini¬†dirancang sangat baik untuk melindungi wajah dan ancaman di jantung musuh. Topeng ini¬†dibuat oleh pengrajin khusus yang sesuai dengan kepribadian dan preferensi masing-masing samurai.

1. Samurai Masks

2. Topeng Kendo

Kendo, secara harfiah nya berarti “jalan pedang”, merupakan seni bela diri Jepang yang melibatkan pertarungan¬†pedang dengan pedang bambu dan baju besi sebagai pelindung.

2. Kendo Masks

3. Topeng Festival

Topeng ini dapat dijumapi di hampir semua festival Jepang. Dari anak-anak sampai orang dewasa menggunakan topeng saat festival. Ada karakter kartun dan makhluk-makhluk mitos.

3. Festival Masks

4. Hyottoko

Hyottoko adalah nama arwah yang didalam festival diwakili oleh orang yang menggunakan topeng. Cerita-cerita mitos tentang hyottoko berbeda-beda menurut wilayah. Misalnya, ia adalah seorang anak laki-laki dengan wajah lucu yang bisa menghasilkan emas dari pusar nya. Tapi dari semua variasi dari cerita mitos ini, hyottoko selalu digambarkan sebagai roh yang beruntung dengan wajah lucu.
Hyottoko berperan dalam sejumlah tarian tradisional Jepang sebagai sosok badut dengan langkah-langkah yang bodoh.

4. Hyottoko

5. Okame

Okame pada dasarnya adalah versi perempuan dari Hyottoko. Kedua keduanya memiliki wajah lucu dan sering terlihat bersama sebagai pasangan. Okame digambarkan sebagai dewi yang murah hati menyebar keberuntungan.

5. Okame

6. Oni

Oni merupakan setan Jepang berupa raksasa, makhluk seram dan nakal yang kerjanya menakuti-nakuti. Topeng Oni berkisar dari lucu hingga sangat menakutkan. Saat festival Jepang di pedasaan, ada beberapa penduduk yang memakai topeng ini untuk menakut-nakuti anak-anak dengan berbagai kanakalannya.

6. Oni

7. Hannya

Hannya merupakan setan perempuan  seperti oni hanya saja dilengkapi dengan tanduk. Topeng Hannya digunakan dalam Teater Noh. Biasanya digambarkan sebagai karakter yang sangat menakutkan dan pencemburu.

7. Hannya

8. Noh Masks

Noh adalah jenis drama musik tradisional Jepang. Semua peran secara historis dimainkan oleh aktor laki-laki. Hanya ada karakter perempuan dan laki-laki tua yang menggunakan topeng. Topeng yang sangat kompleks. Dengan ekspresi wajah yang berbeda berdasarkan sudut dari mana mereka dilihat. Dalam beberapa kasus dilihat dari samping maka akan menampilkan wajah yang sama sekali berbeda.

8. Noh Masks

9. Ultraman

Pada 1970-an, televisi Jepang memiliki pahlawan dan penjahat bertopeng yang sangat booming  seperti Ultraman dan Kamen Rider .

9. Ultraman

10. Animegao

Animegao, secara harfiah berarti harfiah “wajah komik”, topeng ini dirancang untuk terlihat seperti anime dan manga. Mereka semakin populer di kalangan cosplayer dunial, termasuk di Jepang.

10. Animegao

11. Visual Kei

Visual Kei adalah genre musik Jepang aliran punk. Beberapa artis Visual Kei yang menonjol sering memakai masker bergaya.

11. Visual Kei

12. Kappa Masks

Kappa merupakan monster sungai  yang menyerang perenang dan suka menantang manusia untuk pertandingan gulat. Digambarkan sebagai orang jahat tapi menepati janji mereka.
Masker ini sudah jarang ditemui karena sudah banyak dibuat patungnya saja.

12. Kappa Masks

13. Kitsune

Kitsune adalah kata dalam bahasa Jepang untuk fox. Menurut tradisi Jepang, rubah dianggap utusan dewi Inari. Dalam mitos Jepang, para dewa sendiri mungkin muncul sebagai rubah. Dalam cerita lain, rubah mungkin muncul wanita secantik untuk mengelabui manusia.
Topeng Fox berperan dalam berbagai festival yang merayakan mitos-mitos tua.

13. Kitsune

14. Tengu

Tengu adalah makhluk mitos Jepang yang secara historis dianggap sebagai setan yang merepotkan dan umumnya memiliki nasib buruk. Tengu awalnya direpresentasikan sebagai makhluk mirip burung tapi seiring berjalannya  waktu berevolusi sebagai raksasa dengan hidung besar.

14. Tengu

 

Sumber: http://www.japan-talk.com

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya