10 Aturan Bisnis di Jepang Yang Membuat Generasi Mudanya “Lelah&Bingung”

Jepang merupakan negara yang sangat disiplin dengan peraturan kerja dan masyarakatnya adalah orang-orang pekerja keras. Salary man di Jepang pulang pagi adalah hal yang biasa untuk menunjukka loyalitas mereka. Tapi tahukan kalian? ada beberapa hal yang mendasar yang justru dirasa melelahkan oleh para generasi mudanya di dalam dunia bisnis.

Berikut adalah 10 rule/peraturan dalam dunia bisnis yang sangat membingungkan fresh graduated dalam memasuki dunia kerja di Jepang yang  merupakan hasil survey yang dilakukan oleh sebuah portal web Jepang Web R25 kepada 200 orang pria.

10. Saat berkunjung ke kantor orang lain

Kalian harus menunggu untuk dipersilahkan duduk sampai sang “tuan” menyuruh kalian duduk.

Oke, sebenarnya ini adalah sopan santun, tapiii klo kelamaan nunggu capek juga berdiri broww…..apalagi didepan kita ada kursi empuk.

AJ2011092111542

 

9. Duduk Sesuai Posisi

Oke, saat kalian melihat gambar dibawah ini, kalian pasti tau dimana kalian duduk :D. Namun ini berlaku jika pintu masuknya berda di pojok bawah kiri, bingung kan??

klo untuk pekerja fresh graduated tentu saja ini membingungkan, apalagi jika kalian tidak tahu jabatan yang kalian ajak meeting.  Nomer 1 menunjukkan tempat duduk jabatan yang paling tinggi.

be-1

 

8. Melepas jaket/matel sebelum memasuki kantor yang kalian kunjungi

Aturan ini mengharuskan kalian melepas jaket/mantel yang kalian pakai saat berkunjung ke kantor orang lain, tetapi tidak dengan jas. Tapi jangan melepaskannya di lobi, karena akan menghalangi jalan pegawai lainnya. Kalian bisa menaruhnya di tangan selama berjalan.

7078364989_29c072db6a

7. Salam formal untuk membuka dan menutup surat untuk korespondensi bisnis

Untuk surat pribadi di Jepang, kalian memulainya dengan he/”kepada” dan menutupnya dengan yori/”dari”. Untuk bisnis, kamu harus menggunakan haike/”Yang terhormat Bapak atau Ibu” dan keigu/”dengan rendah hati”, dan juga beberapa frase dan kalimat lainnya.

surat

6. Masuk Lift dengan urutan yang benar

Sama seperti posisi duduk saat meeting, saat memasuki lift kalian harus mendahukan posisi dengan jabatan tinggi masuk ke lift terlebih dahulu. Posisi jabatan rendah, berdiri dekat dengan tombol lift, sehingga bisa menekan tombol lift tersebut.

be-2

5. Mengetuk pintu 3x saat masuk keruangan atasan

Tidak ada yang membenarkan bahwa kalian bisa masuk aja nyelonong keruangan orang lain tanpa harus mengetuk pintunya terlebih dahulu. Tapii haruskah 3x???? dan inilah alasannya

Mengetuk hanya sekali dianggap terlalu otoratif, kedengarannya bernada “saya masuk yha!” dari pada “bolehkah saya masuk?”, dan jika 4x terlalu berlebihan.

Bagaimana dengan 2x? ternyata di jepang ada aturan bahwa jika mengetuk pintu 2x merupakan ketukan untuk mengecek apakah seseorang berada di dalam toilet.

Tapiii pintu yang saya ketuk kan jelas-jelas pintu ruang kerja, bukan pintu toilet…..jadiiii gak mungkin kan saya mengecek ada orang didalam toilet di pintu ruang kerja??? -_-

knock-three-times

4. Tinggalkan Kartu Nama Rekan Kerjamu Di Meja

Kartu nama pun memiliki aturan tersendiri di Jepang. Salah satu poin yang terpenting adalah, setelah kalian menerima kartu nama dari seseorang, jangan langsung menyimpannya dalam holder karena hal ini menunjukkan kalian mengesampingkan orang tersebut dan tidak menghormatinya.

Di sisi lain, meninggalkan kartu nama di meja juga dianggap kasar, kalian dianggap melupakan orang yang memberikan kartu nama tersebut. Lalu kapan saya bisa menyimpannya? simpanlah saat teman kalian yang menyimpannya terlebih dahulu. Lalu bagaiman jika dia juga menunggu saya untuk menyimpannya??? hahhahhahah

Saran yang terbaik adalah biarkan kartu nama di atas meja sampai semua orang sibuk, lalu diam-diam kalian menyimpannya.

card_exchange

 

3. Etika Minum Teh

Saat kalian disuguhi minuman, kalian harus menunggu sampai sang “tuan” meminumnya terlebih dahulu. Biasanya minuman yang disuguhkan adalah teh. Kenapa kalian harus melakukan ini? Walaupun kayaknya ini adalah sebuah keramahtamahan yang baik, meminum teh setelah dihidangkan langsung kepadamu itu bikin kamu kelihatan lebih tertarik dengan minuman gratis itu daripada ngomongin bisnis atau tertentu dengan rekanmu.

be-3

 

2. Waktu menukar kartu Nama

Waktu kalian menukar kartu nama, kartu nama kalian harus berada dibawahan.  Ini menunjukan kalian tidak menghalagi kartu nama klient kalian, lebih menghormati dan menghargai.  Terus, gimana dong kalau kalian berdua berusaha saling meletakkan kartumu di bawah?Nha loeeee………… yang ada kalian berlomba meletakkan kartu nama di bawah.

japanbusinesscards

1.Waktu melihat client pergi, kalian harus tetap membungkuk hingga pintu liftnya tertutup sepenuhnya

Di toko-toko tradisional Jepang, biasanya pegawai toko menuntun para pembeli ke pintu keluar setelah membayar belanjaan mereka. Hal seperti ini juga berlaku dalam dunia bisnis.

Bukannya balik ke ruangan dan ninggalin clientmu, kamu diharuskan berdiri sampai liftnya datan sebelum mengucapkan salam perpisahan, lalu diakhiri dengan bungkukan yang sangat dalam.

Kayaknya nggak terlalu banyak masalah kan? Hmmm, siapa bilang. Masalahnya adalah kapan kamu harus membungkuk. Terlambat, maka kamu nggak punya sudut yang tepat untuk memberikan rasa hormat yang layak. Terlalu cepat, maka kamu bakal berada dalam posisi yang membungkuk lebih lama.

 

be-4

Memuakkan banget kan peraturan ini???

bagaimana menurut kalian jculers?

 

 

Sumber: en.rocketnews24.com, keepo.me

 

 

Tinggalkan komentar jculers

Alamat email jculers tidak pernah dipublikasikan, fields yang bertanda * harus diisi.

Artikel lainnya